Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juni 2011

Tetap Kuat Walau Terpisah Jarak


Menjalin hubungan bukan sekedar bicara masalah kemesraan. Bukan pula sekedar seni mengungkapkan perasaan hati. Namun jauh lebih penting, hubungan adalah mendekatkan dua buah hati dengan jembatan komunikasi. Dan semua itu akan diuji oleh jarak, waktu dan juga gesekan atau konflik. Disinilah ujian terbesar untuk sebuah hubungan, terutama LDR (Long Distance Relationship) alias HJJ (Hubungan Jarak Jauh).

Bagi kamu yang pernah menjalani hubungan jarak jauh pasti tahu sulitnya. Menjalani hubungan satu kota aja sulit, apalagi jarak jauh, beda kota, bahkan beda negara. “Aduh, mana tahan! Berat diongkos lagi. Pulsa juga jadi boros, dikit-dikit telepon. Dikit-dikit khawatiran. Mending nggak deh” ungkap seorang teman dekat saya.
Memang ada untung ruginya ketika kita menjalani hubungan jarak jauh. Ujiannya juga lebih besar. Mempercayai orang yang kita lihat sehari-hari aja kadang sulit, apalagi mempercayai seseorang yang nggak kita lihat kegiatan dan tindakannya sehari-hari; tentu butuh pergumulan tersendiri. Belum lagi kadang miskomunikasi yang kerap terjadi, gampang memicu konflik yang gak perlu. Namun keuntungannya adalah kita dituntut untuk sama-sama dewasa, kita lebih fokus buat ngerjain tanggung jawab kita karena nggak perlu keluar banyak waktu untuk berduaan dan yang pasti kita “agak aman” dari godaan buat ngelakuin hal-hal terlarang. Gimana mau aneh-aneh kalo berjauhan kaya’ gitu

Tentu kita nggak bisa nutup mata kalo hubungan jarak jauh riskan mengalami miskomunikasi dan konflik. Terlebih lagi, sulit untuk kita menjaga hati dan terutama, percaya pada pasangan. Dibutuhkan rasa saling percaya yang sangat kuat kalau kita berniat menjalin hubungan jarak jauh dengan pasangan kita. Gimanapun rasa kesepian dan kesendirian mudah membuat kita untuk jatuh dalam godaan. Apalagi kalo kita tipe orang yang mudah cemburu dan curigaan. Kita akan mudah berfikiran negatif tentang pasangan kita, sekalipun nggak terjadi apa-apa. 

Sebenarnya, jarak nggak perlu dipersoalkan kalo kedua belah pihak sama-sama berkomitmen dan yakin akan janji Tuhan. Sebuah hubungan akan diuji oleh waktu; mau jarak jauh atau dekat. Tinggal gimana kita menyiasatinya jarak yang satu ini biar nggak jadi batu-batu kerikil yang nantinya justru membuat hubungan gak mulus.

Kunci terpenting adalah membangun komunikasi yang sehat dan mendarat. Artinya komunikasi kita bukan sebatas saling mengumbar romantisme belaka; bukan pula sekadar mengobral janji-janji dan mengumbar mimpi-mimpi indah hidup bersama. Tapi yang lebih esensi dari itu, komunikasi dari hati-ke hati, mengenal karakter pasangan, peka akan suara Tuhan tentang pasangan kita dan yang terpenting mencari tahu tujuan Tuhan atas hubungan yang sedang dibangun.

Hubungan, kalo dibangun diatas rasa saling percaya, rasa saling mendukung dengan sikap dewasa dan melibatkan Tuhan sesering mungkin; tentulah akan menjadi hubungan yang kuat, sekalipun ada badai-badai ujian yang menghadang. Tanpa kedewasaan rohani, hubungan jarak jauh akan banyak menguras tenaga, energi, pikiran, dan terutama isi dompet kita.

Jadi, pertimbangkan dan doakanlah terlebih dahulu sebelum kamu memilih untuk menjalani hubungan jarak jauh. Nggak perlu terlalu grasa-grusu dan terburu-buru untuk mengklaim seseorang itu dari Tuhan tanpa masa pengujian oleh waktu. Nggak perlu takut dan khawatir kalau orang yang kamu suka akan diambil orang lain. Percaya semua sudah diatur oleh Tuhan. Kalo memang harus menjalani hubungan jarak jauh, jalanilah dengan rasa yakin dan percaya kalo Tuhan ada sebagai pribadi utama yang mendekatkan kita dengan pasangan. Dan terlebih, belajarlah untuk membangun komunikasi yang sehat, tanpa rasa curiga, dan cemburu buta. Gimanapun cemburu memang bumbu hubungan, kalo kita tempatkan pada porsi yang tepat. Tapi kalo udah berlebihan, siapa pula yang tahan?

So, jalani LDR? Nggak perlu ragu kalo memang kita siap dengan segala resikonya. Tapi kalo belum siap, lebih baik menunda terlebih dahulu. Karena segala sesuatu yang dibangun dengan terburu-buru biasanya nggak bertahan lama, termasuk sebuah hubungan yang dibangun atas rasa cinta dan suka semata.

Gaya Hidup Anak Kerajaan Allah

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”  (Mat 6 : 33)
“Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.” (Roma 14:17).
“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda tetapi jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (1 Timotius 4:12)

GAYA HIDUP ANAK KERAJAAN ALLAH
Apa kehendak Tuhan bagi kita? Tuhan mengatakan agar kita bersukacita senantiasa dan rayakan Tuhan setiap waktu, Setidaknya ada 3 gaya hidup anak Allah : Bersukacitalah senantiasa; berdoa tidak berkeputusan agar dipenuhi oleh roh kudus dan berdoa dalam roh : mengucap syukur dalam segala hal seperti seorang anak kecil yang selalu berterimakasih.
Pada Abad ke-20, dikisahkan ada dua keluarga yang mengadopsi anak kembar. Keluarga pertama kaya raya dan suka bersungut-sungut, sedangkan keluarga kedua hidup sederhana dan penuh ucapan syukur sebagai anak Tuhan. Pada ulang tahun anak mereka yang kelima, kedua keluarga itu sepakat memberikan hadiah yang menjadi idaman anak-anak kecil pada masa itu yakni kuda poni.
Hari ulang tahun pun tiba dan masing-masing anak mendapatkan hadiahnya. Anak dari keluarga kaya mendapatkan sebuah bungkusan besar. Belum membuka hadiahpun si anak sudah bisa menebak isi bungkusan itu adalah kuda poni. Namun betapa terkejutnya karena ia mendapati kuda poni palsu alias kuda-kudaan. Hadiah kuda poni palsu atau mainan bukanlah hadiah yang ia idamkan. Anak itu pun bersungut-sungut karena hadiah yang diberikan oleh orang tuannya tidak sesuai harapannya.
Tiba gilirannya, anak dari keluarga sederhana menerima hadiahnya juga. Sebuah bungkusan kecil, jelas isinya bukan kuda poni. Dengan tersenyum kecil, si anak membuka hadiah. Ternyata isinya kotoran kuda. Si anak tidak marah atau bersungut-sungut. Ia justru merasa gembira. Kalau ada kotoran kuda, pasti disekitarnya ada seekor kuda. Benar sekali. Ia mendapati seekor kuda poni sedang diikat diluar rumah.
Apakah anda merasa saat ini sedang menerima “kotoran kuda” berupa tekanan, masalah, fitnah, atau disalah mengerti oleh orang lain? Percayalah bahwa Tuhan sudah menyiapkan kuda poni untuk kita. Belajarlah mengucap syukur. Tetap bersuka cita dalam keadaan apapun.

Bagaimana caranya mendatangkan / menghadirkan Kerajaan Allah dalam hidup kita ?
  1. Hidup sepenuhnya dalam firman Tuhan dan penuh Roh Kudus
Artinya kita harus terus menerus berusaha memenuhi hati kita dengan Firman Tuhan. Daud mengetahui bagaimana caranya menghadirkan Kerajaan Allah dalam hidupnya yaitu dengan merenungkan firman Tuhan siang dan malam (Mzm 1:2). Begitu pula kalau kita ingin memperoleh Kerajaan Allah, maka kita harus senantiasa mendalami firman Tuhan dengan kekuatan hikmat Roh Kudus (1 Kor 2:4-5), sehingga setelah mendalaminya, kita bisa memahami dan mengalami firman-Nya. Terlebih ketika kita menyukai firman Tuhan yang keras, maka akal budi kita (pikiran) semakin dibaharui dan diubahkan oleh Roh Kudus. Firman Tuhan yang keras akan mengubah pola pikir duniawi dan menggantikannya dengan pola pikir Kerajaan Allah (Pikiran Kristus). Sehingga dengan kita semakin haus dan lapar akan kebenaran,  semakin kita diubahkan Tuhan menjadi semakin serupa dengan gambar Kristus. Setelah hati kita penuh firman Tuhan, maka kita harus meminta kekuatan kuasa Roh Kudus untuk bisa melakukan setiap firman Tuhan itu dengan sepenuh hati, dan berjalan dalam ketaatan kepada firman-Nya.
  1. Senantiasa mencari Tuhan dan membangun kedekatan hubungan dengan Bapa
Dengan kerinduan yang sangat besar, Daud senantiasa mencari Tuhan-nya melalui doa, pujian penyembahan, merenungkan firman Tuhan, pertobatan dan ketaatan (Mzm 63).
Begitu pula kalau kita ingin memperoleh dan menghadirkan Kerajaan Allah dalam hidup kita, maka kita harus memiliki hati yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan selalu rindu untuk mencari dan melekat kepada Tuhan. Bahkan komitmen untuk senantiasa berjalan dalam ketaatan dan kesetiaan pada Firman-Nya. Dalam 1 Yoh 3:24 dikatakan:
24 Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.
  1. Tanggalkan semua beban dan dosa
Dalam Ibr 12:1  firman Tuhan mengingatkan:
1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
Supaya kita bisa menghadirkan Kerajaan Allah di dalam hidup kita, maka kita harus pastikan bahwa kita menanggalkan semua beban yang menghalangi kita masuk dalam hadirat-Nya, dan harus bersih dari segala dosa dan kejahatan yang membuat kita terpisah dari Allah (Yes 59:1-2). Lebih lanjut dalam Ibr 12:14 dikatakan:
14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.
Terlebih lagi karena Allah kita adalah Kudus, maka kita pun harus hidup dalam kekudusan (baik roh, jiwa maupun tubuh). Bahkan 1 Tes 4 : 1 mengingatkan kita, supaya kita lebih bersungguh-sungguh hidup berkenan kepada Allah.
  1. Tinggallah di dalam kasih
Dalam Yoh 14 : 23 Yesus katakan:
23 ..”Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.”
Dalam 1 Yoh 4 : 16 dikatakan :
16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Selanjutnya di ayat 18 dikatakan:
18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan : kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
Jadi kalau kita mempraktekkan hidup di dalam kasih, maka di situ Kerajaan Allah hadir. Karena Allah adalah Kasih. Dimana ada kasih, tentu ada damai sejahtera Allah dan sukacita oleh Roh Kudus.
  1. Bertekun dan semakin giat melakukan ibadah kita dengan cara yang berkenan kepada-Nya.
Dalam Ibr 10:25 dikatakan :
25 Janganlah menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
Sayangnya, hari-hari ini ada banyak orang Kristen yang menjalankan ibadah mereka tetapi tidak memahami apalagi mengalami hakekat ibadah yang sesungguhnya, sehingga mereka kehilangan kuasa ibadah itu sendiri. Dalam 2 Tim 3:5 dikatakan:“Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu !”
Kuasa ibadah hanya dapat kita peroleh dan alami kalau kita sungguh-sungguh melakukan ibadah kita dengan cara yang berkenan kepada Tuhan, senantiasa tinggal dalam hadirat-Nya, dan memiliki kelekatan hubungan dengan Tuhan. Karena itu kita harus pastikan, kalau kita mau melakukan / masuk dalam suatu  ibadah, diri kita (baik tubuh, jiwa maupun roh kita) benar-benar layak menjadi persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah : itu adalah ibadahmu yang sejati (Rm 12:1). Barulah Kerajaan Allah hadir.
Janganlah mengikuti cara-cara orang yang masih duniawi dalam melakukan ibadahnya, sebaliknya kita harus membawa pembaharuan dan mampu membawa perubahan kepada mereka melalui keteladanan hidup kita, cara ibadah kita, dan sikap hati kita. Jadilah terang di tengah-tengah mereka.
Dalam 1 Tes 2:10-12 dikatakan :
10 Kamu adalah saksi, demikian juga Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku diantara kamu, yang percaya.
11 Kamu tahu, betapa kami seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang
12 dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya
Marilah kita jadikan Kerajaan Allah sebagai prioritas hidup kita yang terutama dan pertama, supaya kita benar-benar layak di hadapan Tuhan dan berkenan kepada Tuhan. Dan semakin menyempurnakan hidup kita di dalam Kristus. Sehingga Kerajaan Allah sungguh menjadi nyata dalam hidup kita.

Selasa, 15 Februari 2011

Different Spirit

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar (2 Tim 3 : 1)
Headline Kompas tanggal 14 Oktober 2010 lalu menulis berita soal upaya Presiden Chili menyelamatkan 33 orang pekerja tambang yang terjebak selama lebih dari dua bulan di kedalaman 700 meter di bawah tanah. “Selamatkan mereka, berapa pun harganya!” demikianlah perintah Sang Presiden di TKP. Komando ini membuat tim penyelamat bertindak cepat dengan bantuan tim ahli dari berbagai negara. Merekapun menggali sebuah terowongan sedalam 699 meter dengan biaya sekitar US$ 22 juta. Akhirnya, semua pekerja tambang yang terjebak berhasil diselamatkan.
Sebastian Pinera, Presiden yang baru mulai menjabat sejak Januari 2010 mendapat pujian dari banyak pihak atas tindakannya. Ia selalu mengirimkan bantuan ketika rakyatnya mengalami musibah tanpa memikirkan seberapa besar bencananya dan berapa banyak korbannya. Surat kabar pun menyanjung tinggi nilai kemanusiaan yang dimilikinya. Kisah ini dilaporkan telah menimbulkan kesatuan dari masyarakat Chili.
Sobat muda, ayat renungan ini mengingatkan kita akan adanya masa yag sukar. Ketika masa itu terjadi, Allah mau kita punya respon berbeda, lain dari respon orang pada umumnya. Kita perlu punya different spirit menyikapi masa-masa yang sukar. Ketika orang mencintai diri sendiri dan jadi hamba uang, kita belajar jadi orang yang mengasihi sesama dan tidak egois ketika mendapat berkat dari Tuhan. Kita harus membawa damai, berbicara benar tentang orang lain, ramah, dan berpikiran positif ketika kebanyakan orang tidak mau berdamai, suka menjelekan orang lain, garang atau berpikiran negatif terhadap orang lain. Kuncinya adalah kita punya hubungan pribadi yang dekat dengan Allah, terima kasih-Nya, sehingga kita bisa hidup dengan roh yang luar biasa J
Masa yang sukar hanya bisa dihadapi dengan roh yang luar biasa.

Manusia Tangguh

Karena tuhan menghajar orang yang dikasihi-nya, dan ia menyesah orang yang diakui-nya sebagai anak. ( ibr. 12:6)
Namanya kingsley. Saya mengenalnya di mongolia. Kingsley adalahseorang pelajar dari afrika. Berkat nekat, kingsley merantau dan lanjutin studi ke mongolia. Merasa nggak punya banyak uang, ia cari cara untuk nyambung hidup dengan bekerja serabutan. Kerja kasar pun mau ia terima, padahal waktu itu mongolia lagi dingin-dinginnya. Saya pun sempat tanya,  kenapa ia nggak milih pulang aja ke negrinya. Kingsley menjawab, “di sana saya hidup nyaman. Tak ada tantangan. Di sini meski banyak masalah, saya bisa menunjukan kualitas diri saya yang sesungguhnya.”
dibuat tangguh! Itulah yang sedang tuhan lakuin kepada setiap orang lewat masalah-masalah dalam hidupnya. Nngak satu pun manusia jalani hidup tanpa masalah. Sayangnya, seringkali reaksi dan respons yang diberikan kerap salah. Mengeluh, mengerutu, bahkan banyak yang malah memilih jalan pintas dengan meregang nyawa atau membunuh dirinya. Ketegaran seseorang dalam menghadapi persoalan bukan karena ia lebih cerdas dari yang lain, tapi karena ia bisa merespon dengan benar dan mengambil keputusan untuk memberi diri diproses tuhan lebih lagi. Anak yang dikasihi sama tuhan akan mendapat didikan bahkan ajaran yang diperlukan untuk mendewasakan karakternya.
Sobat muda, sulit atau mudahnya hidup yang kita hadapi sekarang tergantung dari cara pandang kita dengan kehidupannya itu sendiri. Cara kita merespon dan memandang masalah yang kita hadapi juga akan menentukan seberapa besar kemenangan yang akan kita raih. Jadi, ayo belajar buat tetap kuat, tidak cengeng dan  tidak gampang menyerah atas setiap persoalan dalam hidupmu. Yakin saja kalau kamu sedang dipilih Allah untuk dibuat menjadi pejuang kehidupan yang tangguh! J

Ketulusan Hati

Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati (Mzm 7:10)
Sakit hati atau benci kepada orang lain sering dialami oleh anak-anak muda. Tidak sedikit anak muda gampang marah dan terbawa emosi. Hal itu juga sering aku alami sebagai anak mudanya Tuhan. Aku ingin marah ketika dicuekin teman atau dituduh melakukan apa yang tidak pernah aku lakukan. Dulu sebelum mengenal Tuhan lebih dalam, kemarahan sering aku ungkapkan, tapi sekarang kalau mau marah aku selalu ingat firman-Nya. Aku harus mengampuni dan menyerahkan penghakiman pada Tuhan. Pas ingin mengampuni, awalnya hati dan pikiran masih agak berat, tapi pelan-pelan jadi lebih mudah. Tuhan ternyata juga memberi keadilan pada orang rendah hati dan mau mengampuni. Teman yang selalu menuduh aku dengan tidak jelas akhirnya makin dijauhi teman yang tidak suka dengan sikapnya itu.
Alkitab memberi nasihat kita untuk menjadi anak muda yang tulus hati. Tulus hati juga bicara tentang hati yang mudah untuk mengampuni orang lain. Semakin sering kita mengampuni orang lain, maka hati kita semakin murni dan iman kitapun semakin bertumbuh. “Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas” (1 Tim 1 : 5). Nah, kalau kita sudah punya ketulusan hati dan iman yang kuat, tentunya hidup kita bisa jadi berkat buat sekeliling. Bicara soal pengampunan, firman Tuhan menyatakan dengan tegas, kalau kita tidak mau mengampuni, Bapak juga tidak akan mengampuni kesalahanmu (Mat 6 : 15).
Sobat muda, jadi orang yang tulus hati dan mudah mengampuni, memang tidak mudah, tapi Tuhan memampukan. Allah sendiri akan menjadi perisai dan pembela orang yang tulus hati. Selain itu, orang lain juga suka berteman dengan orang yang tulus hati, suka mengampuni dan pandai menempatkan diri dalam bergaul. Selamat menjadi berkat ya J
Tuhan selalu melihat hati daripada kemampuan yang kita miliki.

Menyesal

Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada Tuhan! Katakanlah kepada-Nya: “Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami” (Hos 14 : 2)
“Kenapa sih aku melakukan hal itu? Pedahal, kalau tau jadinya seperti ini, lebih baik aku taat sama apa yang Tuhan suruh.” Itulah kegusaran Ira suatu saat karena menyesali perbuatannya. Pedahal sebelumnya Tuhan sudah memberi peringatan supaya Ira tidak nekat melakukan hal yang tidak baik itu, tapi akhirnya tetap dilanggar olehnya. Ira hanya bisa menyesali akibat dari perbuatannya dan berharap seandainya waktu bisa terulang lagi Ira akan mengambil keputusan untuk menaati Tuhan.
Pernah tidak kita mengalami hal yang sama? Yap, penyesalan memang selalu datang belakangan. Kalau datang duluan, bukan penyesalan namanya. Hal apa sih yang sering membuat kita menyesal? Mungkin banyak hal penyebabnya, sampai-sampai hati kita sakit dibuatnya. Oke, cukup sampai disitu saja, now you must do something! Gimana kalau penyesalan berkaitan sama dosa? Inilah yang firman Tuhan nasihatkan hari ini, “Bawalah sertamu kata-kata penyesalan dan bertobatlah kepada Tuhan!” selanjutnya, mintalah pengampunandari Tuhan sehingga kita bisa mengalami sesuatu yang baik. Pemulihan, perkenan Tuhan, bahkan berkat-berkat-Nya bisa tercurah kembali di dalam hidup kita. Satu hallagi yang perlu kamu lakukan, berhenti menyesali diri. Ada banyak orang yang tidak henti-hentinya menyesali diri, tidak bisa melupakan kesalahan bahkan setelah Tuhan ampuni dan lupakan kesalahannya, ia masih saja merasa bersalah.
Sobat muda, apakah kamu sedang menyesali sesuatu? Kalau itu berkaitan dengan dosa, cepat bereskan di hadapan Tuhan. Setelah itu bangkit dan mulai jalani lagi hidupmu dengan penuh semangat . perbaiki kesalahan yang pernah kamu lakukan, lebih berhati-hati sebelum berbicara atau melakukan sesuatu, supaya tidak ada penyesalan di hidupmu.
“Jika kita mengaku dosa kita...sehingga ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yoh 1 : 9)

Pentingnya Pertimbangan

Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak
 (Ams. 15 : 22)
Twitter kini menjadi salah satu alat paling ampuh untuk berbagi informasi. Tidak terkecuali bagi seorang Eric Bieci, pria asal Irlandia. Eric menggunakan mikroblogging itu untuk mencari kucing kesayangannya yang hilang. Kabar mengenai hilangnya kucing bernama Lilou tersebar melalui akun twitter Eric, yang diteruskan oleh sejumlah akun lainnya, termasuk akun milik perusahaan kereta api Irlandia, IrishRail. Akhirnya, Lilou diketahui terbawa kereta api yang membawanya ke stasiun KA Pearse Street, Dublin. Setelah info mengenai hilangnya Lilou tersebar, kucing itu akhirnya ditemukan oleh seorang pegawai stasiun dan memberitahu Bieci melalui akun twitter IrishRail.
Sobat muda, Tuhan memberikan hikmat kepada manusia antara lain untuk menjadi bahan pertimbangan agar tidak keliru dalam mengambil tindakan. Keliru mengambil tindakan akan menjadi penyesalan di kemudian hari. Kita sering melihat penyesalan yang terjadi dibelakang, ketika tidak ada lagi kesempatan untuk melakukan perbaikan. Makanya Tuhan Yesus menekankan pentingnya perencanaan ketika seseorang mau membuat menara. Apabila ia mulai membangun tapi tidak mampu menyelesaikan maka orang itu akan ditertawakan orang. Hal lain yang perlu kita renungkan soal pertimbangan ini adalah tidak tergesa-gesa memberi jawaban. Meminta nasihat dari orang-orang terpercaya juga tidak ada salahnya, biar keputusan yang diambil bisa semakin baik.
Sobat muda, saat ini ayo kita renungkan kembali jalan seperti apa yang selama ini telah kita lewati. Apakah kita terbiasa mempertimbangkan banyak hal ketika sedang membuat rencana atau ketika memutuskan sesuatu? Selanjutnya apakah kita juga tidak terburu-buru sebelum memberikan jawaban? Ayo taati firman Tuhan ketika hendak membuat rencana. Pertimbangkan, mintalah nasihat, terutama nasihat yang bersumber firman-Nya J
Pertimbangan yang matang ditambah kewaspadaan akan meluputkan kita dari tindakan sia-sia.

Penampilan Bukan yang Utama

Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati (1 Sam : 16-7)
Tanpa sadar, kita sering sekali menilai orang dari pandangan pertama. Hal ini dibuktikan oleh Malcolm Gladwell, seorang penulis. Misalnya, sebuah tim juri ingin memilih penyanyi dengan suara terbaik. Ketika para calon penyanyi diminta buat nyanyi dari balik tirai, juri bisa memberi penilaian yang netral. Tapi begitu tirai dibuka dan juri bisa melihat penampilan fisik para penyanyi itu, hasil penilaian merekapun bisa berbeda. Juri bisa dipengaruhi dengan kesan pertama mereka terhadap penampilan fisik para penyanyi itu.
Sadar atau tidak, kita sering terkecoh dengan penampilan seseorang. Orang perlente langsung kita cap nggak kere, sementara orang yang dekil langsung kita anggap miskin. Makanya, nggak heran kalau penipuan sekarang ini seringkali berkedok penampilan yang meyakinkan. Menilai orang dengan memandang muka inilah yang kadang membuat kita sering bersikap tidak adil, bahkan merendahkan orang lain hanya gara-gara penampilannya yang membuat kita tidak sreg dihati. Sikap seperti ini sudah sejak lama ada, bahkan Yakobus pernah diberi teguran keras supaya kita tidak memandang muka ketika menilai orang.
Setiap ciptaan Tuhan itu pasti memancarkan kemuliaan-Nya, besar atau kecil. Meskipun penampilan mereka hanya berbalutkan kesederhanaan, atau bisa jadi agak menjijikkan, percayalah! Mereka tetap memancarkan kemuliaan-Nya dengan cara yang unik. Jadi jika Tuhan saja bisa menghargai mereka dengan kasih, siapakah kita ini yang berani-beraninya memandang mereka dengan mata dan sikap hati yang suka merendahkan dan meremehkan orang lain? Ayo mulai hari ini, jangan pernah “memandang muka” dalam berinteraksi dengan sesama, biar Tuhan tidak pandang bersalah. J
Ingatlah bahwa kemuliaan Tuhan bisa tampak nyata, bahkan di balik wajah orang yang paling hina.

Whats on Your Mind?

Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan. (Ams. 14 : 29)
“Whats on your mind? “ Itulah pertanyaan yang ada di kotak facebook (FB) buat gonta-ganti status. Status FB bisa bikin orang sewot, terharu, tertawa atau senang. Sadar atau enggak, hidup kita bisa mempengaruhi orang lain. Kita bisa membuat orang lain merasa nyaman atau bisa membuat jengkel. Semua berawal dari isi pikiran kita. Sobat muda, Tuhan mau keberadaan kita, termasuk ketika nulis status FB, bisa jadi berkat buat orang lain.
Kitab Amsal sudah menasehati kita supaya lebih berhikmat dalam perkata-kata. Beberapa tips berikut ini mungkin bisa menghindarkan sobat muda dari konflik yang tidak penting akibat isi status FB :
● Jawaban yang lemah lembut bisa meredakan kegeraman, tapi perkataan yang pedas bisa membangkitkan amarah (Ams 15 : 1). Kalau ada comment yang nggak enak, belajar jawab dengan lemah lembut, jangan malah tambah pedas karena bisa membuat marah orang lain.
● Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan (Ams 15 : 2). Pasanglah status yang berhikmat dan membangun. Status yang bagus biasanya akan dapat banyak “like”, tapi kalau sampai nggak ada yang kasih respon status kita, nggak usah ciut hati, mata Tuhan melihat kok (Ams 15 : 3)
● Kalau lagi susah hati, mending datang saja sama Tuhan daripada curhat di status. “Hari orang berkesudahan semuanya...” (Ams 15 : 15)
● Hindari ngasih comment yang nggak penting, nggak membangun, atau bernada melecehkan orang lain biar kamu nggak kena masalah.
● Jadi gaul bukan berarti ikut-ikutan kena dampak negatif. Sobat muda bisa jadi Facebook-ers yang membangun & memberkati sesama dengan keempat tips diatas. Selamat jadi Facebook-ers yang membangun J
Dalam diri orang percaya ada kehidupan yang mengalir termasuk lewat perkataan atau isi status FB-nya.

Jomblo Bukan Kiamat

Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya (1 Kor. 7 : 32)
Valentine’s Day, buat beberapa orang muda bisa jadi event yang cuma bikin sakit hati gara-gara : statusnya masih jomblo. Pedahal, status jomblo selama empat belas hari pertama di bulan februari, atau mungkin di bulan-bulan berikutnya, bukanlah sesuatu yang jelek loh, Emang kenapa kalau masih jomblo? Apa yang Paulus nasihatin bagi kita yang masih belum punya gandengan? Apakah benar kalau status jomblo di masa Valentine ibarat “kiamat kecil” buat orang-orang muda?
Buat orang yang belum menikah, Paulus nggak ngomong kalo hal itu salah atau nggak bagus. Justru orang yang belum menikah nggak perlu membagi fokusnya antara nyenengin hati pasangannya atau nyenengin hati Tuhan. Hal yang mirip terjadi buat orang yang sedang dating atau pacaran. Sedikit banyak hal itu pasti berpengaruh pada fokusnya sama Tuhan. Bahkan nggak jarang, sejak pacaran, waktu yang disediakan buat berdoa, saat teduh dan melayani Tuhan jadi semakin sedikit.
Trus, apa yang bisa kita lakuin sementara yang lainnya asyik bervalentine ria sama pasangannya? Tenang aja, kita masih tetap bisa berbagi kasih buat orang lain. Nggak harus dengan pasangan, bukan? Kita bisa ngasih coklat, makan kue bareng, atau ngajak jalan-jalan anak Sekolah minggu, atau kita bisa makan bareng anak-anak panti asuhan yang mungkin udah lama nggak ngerasain kasih sayang dari orang tua atau kakaknya.
Kita bisa tetap mengalami suasana Valentine tanpa perlu bersedih hati. Siapa tau, tindakan kasih yang kita lakukan bisa membuat seseorang mengenal Tuhan, mantap bangetkan? Makanya, kita nggak perlu sedih lagi kalau status kita masih jomblo sampai sekarang, kita bisa pakai hidup kita buat senangin hati Tuhan dan berbagi kasih dengan sesama J